ADK & AD Palestina

Image

 

Palestina adalah negri para syuhada, negrinya para Nabi. Kiblat pertama Umat Muslim tempat isro’ mi’rajnya Rasulullah SAW. Negri yang diberkahi sekelilingnya, tanahnya subur dan menjadi tempat bersejarah umat Muslim. Tempat yang disucikan oleh Allah, menajdikan berlipat pahala jika shalat di Masjid Al-Aqshanya.

Negri itu sekarang sedang dilanda gundah oleh orang-orang yang tidak beradab, sedang terancam oleh orang-orang yang moyangnya dikutuk menajdi kere hina, sedang menderita oleh orang-orang yang pengecut dan ‘banci’, sedang menangis oleh orang-orang yang sombong, sedang merintih kesakitan karena orang-orang yang tak bertanggungjawab. Namun ketahuilah bahwasanya itu adalah tanta-tanda dari akhir zaman, tanda kehancuran bagi kaum Zionis yang dilaknat Allah SWT.

Sabtu, 8 juni pukul 09.00 di Masjid Kampus diadakanlah sebuah kajian menyambut Isra’ Mi’raj yang mendatangkan salah seorang Pejuang Hamas Palestina. Membuat semakin jelas dan nyata apa yang pernah kit abaca, lihat, dan kita dengarkan selama ini. Wajah pejuang Hamas yang kekar namun memancarkan cahaya kehidupan menceritakan tentang Negri yang terjajah, yaitu Negri kaum Muslimin Palestina.

Dimulai dengan Rencana pembangunan Yahudi di pemukiman Gaza dan tepi Barat. “Bangsa Yahudi sedang mengadakan sebuah proyek besar untuk membuat Israel Raya dengan mencaplok sedikit-demi sedikit tanah palestina,” kemudian dilanjutkan dengan betapa sulitnya Rakya palestina membangun rumah di atas tanahnya sendiri. “kalau kami ingin membangun rumah di atas tanah kami sendiri maka kami harus membuat izin pembangunan yang prosesnya sangat lam, bisa sampai 4 tahun. Kalupun diizinkan misalnya maka kami harus membayar dengan sangat mahal untuk perizinan itu.”

Sungguh Gila peraturan itu, namun belum ada apa-apanya jika kita mendengarkan penuturan saudara kita yang pernah dipenjara pada usia 16 tahun ini, beliau melanjutkan “kesulitan-kesulitan yang lainnya adalah saat kami harus menggunakan jasa-jasa dari pemerintah, seperti jasa air, telpon, listrik dan yang lainnya. Kami harus membayar per bulannya $ 500 AS (setara dengan Rp.5.000.000) dan itu wajib kami bayar meskipun misalnya rumah kami tinggalkan selama sebulan lebih sehingga tidak menggunakan sama sekali jasa tersebut, mereka akan mengatakan ‘kalian telah membuat kami rugi dengan tidak memanfaatkan jasa kami, maka kalian akan tetap menbayarnya sebagai denda’. Belum lagi jatah air yang kami gunakan hanyalah 30 literan saja per harinya sementara kebutuhan akan air sangatlah kami butuhkan, maka jika kami menggunakan lebih dari batas yang telah ditentukan maka kami akan didenda dan membayarnya lagi atas kelebihan yang kami gunakan.

Benar-benar ide gila yang jika didengarkan oleh siapa saja akan meresa geram dan pasti akan membela warga palestina yang sekarang sudah emmbuktikan wujudnya ke permukaan dari berbagai kalangan non-muslim. Kemudian Pejuang Hamas melanjutkan “ada kisah seorang Ibu bernama Umu Qamil. Ibu yang hidup bersama suaminya dengan damai, namunharus tabah menghadapi petugas Israel yang mengatakan bahwa setengah dari tanahnya itu adalah hak dari bangsa yahudi dan akhirnya ahrus berdampingan dengan orang yang palng bejat dari orang Yahudi. Selama hidup bertetangga orang yahudi ini selalu membuat gara-gara untuk memicu pertikaian agar Ummu Qamil dan keluarganya tidak betah di sana. Ii dilakukan agar ummu Qamil mau meninggalkan rumahnya karena tidak betah lagi. Pernah tetangganya dari Yahudi ini melempari dengan kotoran BABnya di depan halaman, membuat gaduh, dan aktivitas yang sangat tidak wajar. Namun selama itu Ummu Qamil dan keluarganya tidak berniat sama sekali untuk meninggalkan tanah tempat rumahnya itu berdiri karena kecintaannya terhadap Tanah airnya. Ternyata kesabaran Ummu Qamil membuat jengkel petugas yang harus mendatangkan kementrian pertamanan Israel untuk membujuk Ummu Qamil agar mau menandatangani surat penjualan rumah dengan harga berapapun dengan alas an bahwa daerah itu akan dijadikan sebagai temapt wisata. Namun Ummu Qamil dan keluarga tetap menolak membuat tenda di depan rumahnya yang disita. Dan ketahuilah inilah yang mendatangkan perhatian dunia dari kalangan aktivis HAM yang membela perjuangan Ummu Qamil dan ikut membuat tenda di depan tendanya.”

Setelah itu Sang pejuang yang ingin berbagi itu menuturkan “Propaganda media sangatlah gencar dilakukan oleh Bangsa yahudi terhadap kami, mereka mengburkan yang benar menjadi salah dan yang salah seolah-olah benar, membuat kesan bahwa masjid Al-Aqsha tidak suci lagi dengan menjadikannya ttmpat wisata. Ada lagi selain propaganda dan ketidak adilan mereka kepada kami. Mereka membuat peraturan yang sangat menguntungkan mereka dan merugikan bagi kami. Ketika mereka melakukan pelanggaran di daerah Palestina maka mereka akan dipenjarakan tidak lebih dari sehari, sementara jika kami yang melakukan pelanggaran maka bertahun-tahun kami di kurungan penjara. Ada juga ponisponis yang sangat tidak wajar. Ada hukuman penjara yang sampai 1000 tahun bahkan 10.000 tahun. Maka jika tahanan meninggal dunia jasatnya tidak boleh dibawa oleh keluarganya sampai batas waktu penjara habis.”

Dan setelah itu beliau melanjutkan ke semangat kaum muda para Pejuang Palestina. Dimuali dari semangat pemudanya menuntut ilmu “Ada kisah seorang akhwat yang bersemangat menuntut ilmu, namun temapt kuliahnya harus melewati tembok setinggi 9 km dan 20 km ke bawah serta 5 meter ketebalannya. Jika harus melewati gerbang maka akhwat kami ini harus melewati beberapa pemeriksaan dan itu sangat mustahil bisa lolos. Dan terpaksalah dia harus memutari jarak yang jauh dan memutas agar bisa ke tempat sekolahnya dan itu dilakukannya setiap hari. Ternyata aktivitasnya itu diketuhi oleh penjaga Israel dan memantau pergerakannya selama ini. Ternyata seteah beberapa kali melihat akhwat kami itu, penjaga itu sengaja melepaskan tempakan yang mengenai kakinya dan membuatnya pingsan dan harus dibawa ke rumahsakit oleh mobil ambulance kami. Dan saya melihat aktivitas di kampus ini membuat saya menghayal sendainya kami bisa menuntut ilmu semudah kalian, maka pasti banyak ilmu yang ingin kami pelajari. Deretan pohon yang sejuk tertata rapi membuat khayalan indah di Negri kami. Sungguh kami berharap kalian bisa lebih baik dari kami.”

Setelah menyemangati kami, sang Pejuang hamas kembali bercerita tentang semangat para pemudanya “Saat pertempuran 8 ahri terakhir kemarin itu kami namakan sebagai PERANG BATU NERAKA MELAWAN IRONDAM. Perang yang menembus jantung ibu kota Tel Aviv Israel dan harus memaksa Perdana Mentri Israel untuk genjatan senjata. Yang memaksa para tentara Israel ketakutan dan kehilangan nyali sebagai tentara. Yang harus mengakui kekuatan Bangsa Palestina dan mengakui kelemahan system pertahanan Irondam oleh ‘batu-batu dari neraka’ yang dikirimkan oleh Allah dalam bentuk teknologi canggih. Dan semua itu dilakukan oleh anak-anak muda seperti usia-usia kalian saat ini.”

Ya, itulah yang diceritakan oleh Pejuang Hamas dan menginfirasi kami pada saat itu. Kisah-kisah nyata yang membuat malu kami para Aktivis Dakwah karena sangat jauh sekali perbedaan perjuangan kami dengan mereka. Membuat hormone endorphin kami menjadi naik dan memaksa raga ini untuk lebih giat lagi rasanya mengerjakan amanah dakwah di kampus. Kalu hanya membuat proposal sangatlah jauh jika hars beradu argument dengan orang keras kepala seperti orang-orang Zionis. Jika hanya menagntarkan surat sangatlah jauh jika harus mengendap-ngendap dari penjagaan penjaga. Jika hanya syuro’ tidaklah sama dengan mengatur siasat perang di dentuman rudal dan letusan peluru. Jika hanya menghadiri agenda dakwah tidaklah sebanding dengan ketepatan dan kesiagaan para pemuda yang melakukan serangan kepada kaum Zionis. Jika hanya menaati qiyadah tidaklah sebanding dengan kesiapan jihad para pemuda Palestina. Jika hanya harus belajar maka tidaklah setara dengan usaha akhwat Palestina yang memiliki harapan tinggi akan perubahan Negrinya…. Ya, ikhwah, Harapan itu Masih ada, tetaplah berharap kepada Sang Pemenuh harapan dan buktikan dalam Kerja-kerja Ikhlas agar menajdi Harmoni kehidupan yang indah penuh Cinta.

Yakinlah …. Harapan itu Masih Ada !!!!

Iman bagi seorang muslim adalah kekuatan utama yang harus dijaga. Iman adalah kosakata yang membangun karakter dan jiwa seorang muslim. dengan iman segala ketentunaan duniawi dan perhitungan akal manusia tidaklah ada apa-apanya. boleh seisi dunia menginginkan kegagalan pada diri kita, namun jika Allah yang mengatakan TIDAK, kamu akan sukses…. maka siapakah yang dapat melawan itu…? tidak, sekali-sekali tidak ada yg akan mampu mengubah ketentuan Sang Maha Perkasa….

“Hai orang-orang yang beriman! Yakinlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya, dan kepada Kitab-Kitab yang diturunkan-Nya terdahulu. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, Malaikat-Malaikat- Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan Hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat jalan sejauh-jauhnya” (QS. 4 : 36)

 Bekerja tanpa iman maka hanya akan menyia-nyiakan energy yang terkuras, bekerja tanpa iman hanya akan mengantarkan seseorang hanya sampai pindu dunia saja, dan bekerja tanpa iman hanya akan membuang-buang waktu belaka.

Marilah kita merenungi QS.An Nisa Ayat 124

Barangsiapa yg mengerjakan amal-amal shaleh baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yg beriman maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.”

Inilah ayat yang menggerakkan para sahabat rasulullah saw untuk siap siaga menunggu panggilan Jihad, siap mempersembahkan jiwanya untuk ditukarkan dengan syurga. Inilah ayat yang menggerakkan para sahabat yang siap menyumbangkan sebagian harta bahkan ada yang menyumbangkan setengah dan ada pula yang semua hartanya, dan ketika ditanya mana yang engkau sisakan untuk keluargamu, mereka menjawab “Allah dan rasun_Nya”. Inilah ayat yang menggerakkan para sahabat untuk senantiasa mendahulukan saudaranya dalam kepentingan dunia, yang sebenarnya mereka juga sangat membutuhkannya.

Subhanallah, begitulah jiwa-jiwa itu ditempa dengan kekuatan iman. Mereka sangat yakin ketika menjual jiwa yang hanya satu-satunya akan ayat yang menyatakan balasan bagi para syuhada. Mereka yakin ketika menginfakkan harta benda mereka bahwa Allah akan membalasnya sepuluh kali lipat bahkan menjapai 700 kali lipat dari yang diberikan. Dan terbukti tidak ada sahabat yang miskin dan kehabisan harta apalagi kekurangan  ketika menginfakkan harta mereka. Kita mengenal Abdurrahman bin Auf yang emnginfakkan 700 rombongan barang dagangannya untuk kaum muslimin, kita juga mengenal Umar bin Khattab yang menginfakkan setengah hartanya untuk berjihan yang kemudian pada waktu itu juga Abu Bakar menginfakkan semua hartanya. Tapi pernahkah mereka kekurangan harta, tidak Allah senantiasa mencukupkan kehidupan dunia mereka bahkan mereka sangat nyaman dengan ekhidupan mereka.

Selain balasan akhirat, iman juga akan menjamin kehidupan dunia kita. Tidak pernah terbayangkan oleh tokoh manapun, dengan teori apapun, dan cara berfikir manusia manapun sebelum lahirnya generasi Tangguh ini, bahwa Perang Badar akan dimenangkan oleh kaum Muslimin, bahwa perang Ahzab akan dimenangkan pula oleh kaum muslimin. Secara matematika jelas kaum muslimin kalah jumlah, secara teori perang jelas kaum muslimin tidak ahli dan perlengkapan senjata lebih minim, secara akal manusia jelas tidak mampu. Namun secara iman, peperangan itu dimenangkan oleh kaum muslimin. Subhanallah, mari kita merengungi perkataan Allah yang terlantun indah dalam QS.Al Anfal ayat 65

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti”

Tanpa iman maka mustahil mereka akan menang, namun dengan iman akan memunculkan pertolongan dari Yang Maha Perkasa dan itu menajdi kekuatan yang menguatkan jiwa dan mental perang mereka, membangkitkan gelora yang berkecambuk dalam setiap para sahabat.

Yakinlah ketika jumlah ktia sedikit, berarti kualitas yang ada pada setiap diri itu jauh lebih baik dari jumlah yang menumpuk-numpuk. Jumlah bukan menjadi ukuran kemenangan, namun hanya sebagai ukuran kuantitas. Kuantitas tidaklah menajmin kemenangan, karena seringkali yang banyak itu dikalahkan oelh yang sedikit. Namun yang menajdi ukuran kemenangan adalah seberapa yakin kita untuk bisa menang, seberapa yakin kita akan kekuatan yang kita miliki, dan seberapa yakin kita kepada Sang Maha Pemberi Kemenangan.

“Hai Orang-orang yang beriman. Jika kamu menolong Agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)

Konsep iman ini bisa kita bawa ke dalam kehidupan sehari-hari kita. Yakinlah sama Allah, yakinlah dengan janji-janji_Nya karena Dia Maha menepati Janji. Maka akan kita temukan kekuatan dan keajaiban yang jauh dari perhitungan akal manusia. Allah yang maha Perkasa mampu mengubah malam menajdi siang, mengubah siang menjadi malam , dan emnghidupkan yang mati sertta mematikan yang hidup. Jika semua itu mampu dilakukan_Nya maka alangkah mudahnya bagi Allah untuk mengubah kemungkinan-kemungkinan terbatas yang dipikirkan oleh akal manusia, betapa mudahnya Allah mengubah nasib yang telah diponis untuk tidak bisa menjadi apa-apa diubah_Nya menjadi manusia super sukses, betapa mudahnya Allah memberikan kekayaan, memebrikan rumah, memberikan pasangan, bahkan jika Allah ingin memebrikan dunia ini kepada kita maka tidak aka nada yang mampu menolaknya.

Maka dengan alasan apalagi kita akan meragukan kekuasaan Allah, sungguh merugilah kita jika meragukan itu semua. Maka berharaplah hanya kepada Allah dengan keyakinan yang sepenuh hati dan jiwa, maka Allah akan menurunkan keajaiban dan pertolongannya. Insya Allah.

Allah bahkan memanggil-manggil kita dan menunggu-nunggu kedatangan kita untuk meminta kepada_Nya. “Berdo’alah kepadaku, niscaya akan Ku kabulkan,…”. Diwaktu-waktu shalat fardu, shlat sunnah duha, dan tahajud Allah senantiasa mendatangi hamba_Nya agar mereka menimta kepada_Nya. Maka sungguh merugilah kita jika kita lalai akan hal itu. Presiden belum tentu mendengarkan permintaan kita, gubernur, Bupati apalagi, mereka hanyalah manusia terbatas yang tidak bisa mengabulkan setiap permintaan rakyatnya, mereka manusia terbatas yang tidak bisa mendengarkan semua keluhan rakyatnya.

Memang keyakinan tidak dapat dimiliki oleh jiwa-jiwa yang lalai, tidak dapat dimiliki oleh hati-hati yang keruh, dan pikiran yang kotor. Iman adalah mata air kehidupan yang jernihnya sebening embun yang berkilauan terkena cahaya pagi yang menghangatkan. Mereka yang memiliki keyakinan adalah mereka yang bertahan terhadap ujian dan cobaan serta badai yang menimpa perjalannya. Karena mereka bisa bertahan kaerna yakin bahwa ini hanyalah sementara, ada Allah yang akan menjaga mereka, mereka yakin badai pasti berlalu, dan mereka yakin bahwa pertolongan Allah akan segera datang.

“… dengan kitab itu pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, …” (QS. Al Baqarah : 257)

 “orang-orang yang dibukakan Allah hatinya (untuk) berserah diri lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya”  (QS. Az Zumar : 22)

 Iman bukanlah paksaan, namun bagaimana akal ini memilih konsekuensi dalam setiap langkah dan perbuatan kita. Iman adalah pilihan bagi mereka yang menyadari pentingnya memiliki dan merasakannya dalam hati-hati yang merindukannya. Karena iman sangatlah dekat dengan cinta, cinta adalah harmoni kehidupan yang indah. Dan cinta akan melahirkan kebahagiaan.

Gelora Mudaku dan Lingkaran Kehidupan

Image

 

Lagi-lagi gelora mudaku menanjak. Secara teori susah menjelaskannya, namun secara psikologi menguatkan mental, secara akal menjernihkan ide-ide, secara ruhiyah memantapkan jiwa, dan secara gitu loh, lingkaran itu lagi-lagi memancing gelora muda yang berada di dalam diri untuk keluar ingin menaklukkan dunia.

Percakapan yang memunculkan benih-benih harapan terus terulang setiap pecan. Pekerjaan yang sesungguhnya membuatku menjadi hidup dan terasa hidup. Menghidupkan jiwa yang mati dan menggerakkan raga yang berat melangkah. Percakapan yang menghidupkan kosakata berubah menjadi kerja, menghidupkan keyakinan menjadi pancaran ketulusan, menghidupkan imajinasi menjadi bangunan utuh yang menghiasi langkah dalam kehidupan

Percakapan yang membentuk harmoni jiwa yang meski menjalani hari-hari dengan berat, namun mampu menggerakkan raga yang kurus. percakapan yang membangun peradaban dimasing-masing jiwa yang tertidur pulas dalam raga. Percakapan penuh manfaat dan jauh dari kesia-siaan telah menyatu dalam kehidupan membentk ketukan bernadakan GELORA MUDA.

Kata Sang Murobbi “Pemuda bukan berarti berusia 17-40 tahun, namun pemuda adalah manusia yang bergejolak di dalam jiwanya semangat perubahan menuju yang lebih baik. Karena betapa banyak anak berusia 20an tahun namun berputus asa dengan kehidupannya.”. pemuda itu hidup, dan menghidupkan kelemahan jiwa yang telah mati.

Lingkaran kehidupan yang telah menjadi peradaban dalam setiap jiwa yang pernah merasakannya akan mengatakan “Sungguh indahnya lingkaran ini, betapa nikmatnya energy kehidupan itu mengalir dan terasa berorbit di dalam jiwa, semoga kalian yang belum merasakannya dapat menikmati keindahannya.”.

Jika ada yang menanyakan apa lingkaran kehidupan itu. Lingkaran kehidupan adalah tempatnya berkumpul agen-agen perubahan. Lingkaran kehidupan adalah pembentuk jiwa yang tangguh dan kokoh. Lingkaran kehidupan adalah tempat pertukaran energy kehidupan dan temaptnya mengalir energy positif dari satu individu ke individu yang lainnya dengan orbit yang teratur. Lingkarang kehidupan adalah tempat mengolah akal, mengimajinasikan impian, merajut takwa, menata kehidupan, dan memaknai hidup. Lingkaran kehidupan adalah perulangan teratur yang penuh makna. Lingkaran kehidupan adalah tempat melabuhnya jiwa-jiwa yang ingin mengisi bahan bakar kehidupan. Lingkaran ini kami sebut sebaai Lingkaran Kehidupan halaqoh.

Jiwa yang kokoh akan mengokohkan jiwa yang lain dan menjadikannya bangunan yang utuh dalam peradaban. Dan sangat dibuthkan bagi jiwa yang lemah untuk menjadi kokoh.

Iman yang kuat menjadi lingkungan kondusif untuk menjadikannya stabil dalam orbitnya. Maka iman yang lemah menjadi tempat wajib untuk menemukan orbit yang teratur.

Semangat yang kuat akan menjadi semakin mantap jika berada dalm Lingkaran kehidupan ini, terlebih bagi semangat yang ciut, maka temapt ini adalah temapt yang cocok untuk menempanya menjadi kuat.

Lingkaran kehidupan berisikan orang-orang cerdas penu wawasan, maka akan sangat cocok bagi orang-orang yang ingin menjadi cerdas dan penuh wawasan.

Lingkaran Kehidupan akan menggelorakan jiwa muda dan mematikan mental rapuh bak usia tua tak berdaya. 

MENATA JIWA DENGAN AKAL SEHAT

Image

Terkadang memang kita butuh rehad sejenak, berhenti untuk menata ulang kehidupan yang pernah kita jalani. Rehad untuk melihat perjalanan yang pernah kita lalui dan memasukkannya ke dalam akal kita untuk diresapi serta untuk diolah menanjadi sebuah pelajaran penting untuk diri kita. Terkadang memang disaat seperti itulah baru kita melihat jalan-jalan keluar yang sebelumnya sangat sulit untuk kita temukan. Bakan disaat-saat seperti itulah otak kita bekerja karena pengaruh jiwa yang mulai tenang.

Belajar akan pentingnya sebuah perenungan adalah belajar bagaimana memahami diri ini, memahami konsep manusiawi yang telah ada pada diri kita. Karena pada dasarnya kita adalah makhluk yang dibekali dengan nilai-nilai kemanusiaan, dimana kita memiliki perasaan-peerasaan benci, marah, cinta, rindu, serta yang lainnya. Bagaimana kita bias merasakan perasaa-perasaan seperti tadi adalah sebuah kewajaran yang pasti ada pada setiap jiwa manusia, namun bagaimana menggapi serta mengambil tindakan resfon atas perasaan itu adalah sebuah ketentuan akal yang akan menentukan kondisi jiwa kita. Oleh karenanya Allah sering mengajarkan kita untuk bagaimana mengatur jiwa serta hati kita dengan sering-sering berfikir.

Menempatkan suatu perasaan melebihi pada porsir akal yang telah diberikan, artinya memberikan ruang yang lebih dari yang lainyya maka kondisi seperti itu akan melahirkan kelainan-kelainan jiwa pada diri seorang. Berfikir akan penting dan indahnya tentang rasa cinta pada diri kita akan melahirkan kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan dan ditaburi oleh bunga yang bermekaran disekitar kita. Tapi sebenarnya pemikiran itu bisa saja menjadi boomerang yang akan menghancurkan jiwa kita jika kita tidak mampu menggunakan akal kita untuk mencernanya. Padahal perasaan mencintai itu juga dihiasi dengan jurang-jurang terjal yang akan kita lalui, pengorbanan-pengorbanan besar yang siap kita berikan, serta komitment-komitment besar yang harus siap kita sumbangkan.

Jurang-jurang perjalanan yang harus siap kita lalui adalah bagaimana kita bias menyiapkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang menimpa pada jiwa kita. Kesiapan ini adalah hal yang harus ada, karena mau tidak mau kemungkinan melewati jurang-jurang itu sangat besar dan hampir dipastikan akan melaluinya. Disinilah dibutuhkannya jiwa yang kuat untuk menyiapkan kesiapan menghadapi kemungkinan itu. Seseorang yang sedang jatuh cinta akan memiliki kekuatan besar pada jiwanya, namun jika dia tidak siap untuk menerima kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi maka jiwanya itu akan sangat rapuh. Disinilah dibutuhkannya akal itu, saat kemungkinan buruk itu kita alami maka cara berfkir-cara berfikir sederhana itu menjadi sangat baik untuk menenangkan jiwa yang sedang diguncang perhara. Dan ternyata kondisi jiwa kita bias kita tularkan kepada orang lain. Jika kita bergaul dengan orang yang jiwanya sehat dan sedang memiliki energy besar maka tidak menutup kemungkinan jiwa kita akan merasakannya dan cenderung energinya itu tersalurkan. Begitu juga dengan kondisi jiwa yang tidak baik, maka berhati-hatilah dan bersiap-siagalah seringnya interaksi dengan orang yang seperti itu.

Pengorbanan-pengorbanan besar yang harus ada pada diri kita dibuthkan agar ketika jiwa kita sedang rapuh, dibutuhkan kerja keras yang kuat untuk keluar dari zona sakit itu, meski berat dan terkadang sangat menyakitkan. Namun itulah jalan yang ahrus ditempuh untuk menyehatkan kembali jiwa itu. Orang yang sulit untuk melakukan qiyamul lail dibuthkan pengorbanan besar agar dia bisa bangun ketika ingin bangun untuk qiyamul lail, melawan rasa ngantuk yang biasanya kita ikuti, melawan dinginnya malam dan air yang sangat membekukan di malam hari, serta berani untuk membuang kesempatan berada di zona nyaman. Namun bergembiralah kita yang sudah mulai terbiasa melakukan itu, artinya kita telah memasuki dunia baru dan keluar dari persoalan jiwa yang rapuh.

Dan yang ketiga adalah komitment yang kuat agar jiwa itu tetap pada batas normalnya. Komitment adalah sebuah kepastian yang akan menjawab tantangan pada diri kita, termasuk tantangan yang dialami oleh jiwa kita. Komitment lebih dekat dengan kata istiqomah, keistiqomahan akan didukung oleh seberapa kuta komitment kita akan sesuatu hal. Dengan mengolah dalam akal kita maka komitment jiwa akan dapat kita lakukan. Orang yang sudah banyak memiliki pengalan jiwa cenderung akan memiliki akal yang cerdas, meski pengalaman itu dari oaring lain, dirinya sendiri, atau kombinasi dari pengalamannya sendiri dan orang lain. Itulah pungsinga akal, berfikir 1500 kali untuk keluar dari komitment jiwa yang sudah kita tata rapi.

14 Februari (Valentine day Vs Hari menutup Aurat) – FSLDK NTB

Rabu, 13 Februari 2013. Menjadi moment dan kerja bagi anak-anak LDK yang tergabung dalam FSLDK NTB melakukan satu lagi kebaikan yang diberikan kepada pemerintah NTB dan Indonesia pada umumnya. Ya, bertepatan dengan Perayaan Valentine day besok harinya (Kamis, 14 Februari 2013) para anak muda ini melakukan kegiatan bagi-bagi stiker dan bulletin kepada para penikmat taman Udayana dan Pantai Loang Bebalok. Sekaligus mereka yang mengatas namakan Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus mengenalkan bertepatan dengan tanggal 14 Februari sebagai hari ditetapkannya Hari menutup Aurat.

Kerja-kerja ini menjadi bukti bahwa masih banyak anak-anak muda yang siap menjadi agen of cange dan menjadi solusi bagi Negri yang tengah menangis ini. Betapa tidak, mereka memberanikan dan mau mengorbankan waktu mereka untuk memikirkan nasip generasi bangsa ini, mereka selalu memikirkan bagaimana nantinya generasi yang akan menggantikan tongkat kepemimpinan yang sehat secara lahir dan sehat secara batin. Dengan diadakannya perhatian kepada para generasi muda dari pergaulan bebas, narkoba, dan tindak criminal lainnya tentunya akan semakin membuat sadar dan menjadi bahan renungan kita bersama akan hal tersebut.

Kegiatan ini mereka lakukan dari pukul 16.30 WITA yang diawalin dengan konsolidasi peserta dan do’a serta pengarahan yang dilakukan oleh Sekjen FSLDK, Aprianto. Peserta yang bias dikatakan tidak banyak mampu membanjiri Taman udayana oleh aura perubahan dan semangat oleh anak-anak LDK tersebut.

Mereka  tidak malu untuk melakukan ini, karena ini salah satu bentuk kerja-kerja perbaikan yang dapat mereka sumbangkan kepada orang lain. mereka memang tidak memiliki banyak uang untuk dapat mereka berikan, tapi mereka memiliki semangat dan kerja keras yang dapat mereka sumbangkan untuk orang-orang itu. Selama mereka masih bisa untuk berbuat baik maka selama itu pula mereka akan memberikan yang terbaik untuk orang-orang itu

Peserta yang terpusat di Taman Udayana ini diikuti oleh 9 orang anak muda yang berasal dari berbagai daerah di NTB. Mereka membagi kerja menjadi dua titik, titik timur dan barat. Menelusuri sepanjang jalan udayanan dari arah selatan ke utara jalan Udayana, setelah itu kembali lagi dengan ebrjalan kaki menuju tempat semula.

Dari kegiatan-kegiatan ini para pengguna Taman udayana ada yang merespon baik dan ada juga yang menolak pemberian stiker dan selebaran itu. Namun terlihat mereka tidak merasa kecewa dengan penolakan itu, mereka tetap bekerja menyebarkan ke tempat-tempat yang lain.

Diakhir acara mereka menutup acara di tempat emreka membuaka acara tadi dan meninggalkan tempat pembagian seiring adzan Magrib memanggil mereka untu menunaikan shalat Magrib.

Resensi Bab I – Jalan Cinta Para Pejuang

  • Resensi Bagan Buku
  • Judul Buku          : Jalan Cinta Para Pejuang
  • Penulis                 : Salim A. Fillah
  • Bagian satu         : Langkah Pertama – Dari dulu beginilah Cinta
  • Penerbit              : Pro-U Media

Pada bagian ini Penulis memaparkan bagaimana Cinta yang sebenarnya pada Jalan Cinta Para Pejuang dengan memaparkan beberapa kisah cinta yang salah. Penulis menceritakan Qais yang mencintai Laila yang pada akhirnya menjadi gila karena lamaran yang ditolak oleh Calon mertua dan Romeo yang terkapar karena cintanya tidak bias bersatu dengan Juliet karena permusuhan keluarga mereka.

Mengisahkan bagaimana Qais dan Romeo yang salah dalam menempatkan cinta dalam jiwanya sehingga menjadikannya rapuh dan pada kejutan  batin telah membuatnya menjadi terpecah-pecah menjadi kepingan-kepingan keputusasaan.

Beliau mengutip pernyataan M. Anis Matta (Presiden PKS) yang mengatakan “Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini, kita mencintai seseorang lalu kita menggantungkan kebahagiaan kita pada sebuah kehidupan bersamanya. Maka ketika ia menolak atau tidak berkesempatan bersama untuk hidup bersama kita itu menjadi sumber kesengsaraan.”

Penulis menggambarkan sebuah cinta itu sebagai kekuatan yang besar untuk membangun, bukan kekuatan yang digambarkan oleh Qais dan Romeo yang menghancurkan jiwa keduanya. Jiwa yang tunduk dan mengalah pada cinta akan sama-sama menjumpai kehancurannya, hanya mereka yang mampu menguasai cinta yang dapat menemukan kebahaiaannya dalam bercinta.

Dalam tulisannya juga mengambil hasil penelitian Robert J. Stemberg yang berjudul A Triangular Theory Of Love. Segitiga cinta Stemberg itu mengandung komponen-komponen sebagai ebrikut :

  1. Keintiman, keakraban, kenyamanan ketika bertemu
  2. Gairah, dorongan motivasi yang bersifat seksual
  3. Komitment, tekad yang tetap dan sinambung untuk hidup secara bersama

“Cinta yang ideal adalah apabila ketiga komponen itu berada pada proporsi yang sesuai pada suatu proporsi yang sama “ sambung Stemberg.

Jika ketiga komponen itu tidak ada maka disebut non-love

Cinta hanya dengan keintiman diberikan nama liking (kesukaan), Cinta hanya dengan gairah dinamakan Love at the firs sight – infatuation (ketergila-gilaan), Cinta hanya dengan komitment diberikan nama empty love (cinta kosong), Cinta tanpa komitment diberikan nama romantic love (cinta yang romantic), Cinta tanpa gairah diberikan nama compation –  are love (hubungan akrab), Cinta tanpa keintiman diberikan nama fatous love (cinta buta),

Yang menjadi kelemahan dalam teori segitiga Cinta Stambarg adalah tidak bias menjelaskan bagaimana hubungan cinta antara ibu kepada anaknya dan kepada para sahabat-sahabat serta sudara sanak keluarga kita.

Membangun komitmen, dalam jalan cinta para pejuang adalah jalan kesetiaan dan pengorbaanan. Komitment adalah ikrar kerelaan berkorban; member bukan meminta, berinisiatif tanpa menunggu, memahami dan bukan menuntut. Komitment adalah ikatan kesetiaan

ku harap Cinta ini dari_Mu

Image

Tidak Pernah ku berharap akan datangnya rasa cinta dalam diri

Karena begitu banyak orang yang terluka karenanya

Tidak pernah kuberharap rasa merindu itu hadir dalam jiwa

Karena begitu banya orang yang terhanyut ke dalamnya

(Ubaidah)

Mungkin puisi itu benar adanya, tidak ada yang akan rela hatinya tersayat-sayat oleh cinta dan jiwanya meraung kesakitan karena cinta. Namun kenapa ada sosok seperti Rasulullah yang bahagia dengan cinta ? kenapa ada Umar ra yang nyaman bersama istrinya ? dan kenapa pula ada banyak orang yang ingin merasakan cinta hadir ke dalam jiwanya ?

Rasanya ingin menambahkan lanjutan puisi yang melengkapi penggalannya, ya begini bunyinya

Memang tak berharap cinta itu datang

Namun cintalah yang sangat kuat mengajak menyambut kedatangannya

Gejolaknya yang kuat tak kuasa dibendung

Begitulah cinta

Saat datang syukuri dengan memuji_Nya

Maka cinta akan menjelma menjadi kebahagiaan

Merasakan alirannya yang menjalar kesekujur tubuh. Bukan untuk menghentikan alirannya, karena akan menyumbat peredarannya dan itulah yang akan menjadi penyakit. Namun aliran yang tidak terkendali malah akan menjerumuskan ke masalah yang lebih berbahaya yaitu kematian hati. Rasakan dan resapi aliran yang sudah ada dan atur alirannya sehingga tidak berbahaya.

Setiap orang akan melalui masa ini dan pasti akan mengalaminya, hanya cerita bagaimana dia datang dan cara menanggapinyalah yang membedakannya. Menyumbatnya, sehingga menjadi penyakit, meluapkannya sehingga menjadi kronis, atau mengaturnya sesuai aliran yang seharusnya.

Arus yang baik akan mengantarkan kapal pada tujuannya dengan baik pula. Menjaga kapal agar tetap pada posisi seimbang adalah usaha dan kesabaran yang kuat untuk mencapai tujuan yang seharusnya.

Dan ingin menuput pusi karangan Ubaidah dengan syair sebagai berikut

Ku berharap cinta yang kurasakan akan membawa kepada cinta_Mu

Dan kuberharap Cinta ini adalah Dari_Mu

Duhai Allah yang Maha Raja, kabulkanlah