14 Februari (Valentine day Vs Hari menutup Aurat) – FSLDK NTB

Rabu, 13 Februari 2013. Menjadi moment dan kerja bagi anak-anak LDK yang tergabung dalam FSLDK NTB melakukan satu lagi kebaikan yang diberikan kepada pemerintah NTB dan Indonesia pada umumnya. Ya, bertepatan dengan Perayaan Valentine day besok harinya (Kamis, 14 Februari 2013) para anak muda ini melakukan kegiatan bagi-bagi stiker dan bulletin kepada para penikmat taman Udayana dan Pantai Loang Bebalok. Sekaligus mereka yang mengatas namakan Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus mengenalkan bertepatan dengan tanggal 14 Februari sebagai hari ditetapkannya Hari menutup Aurat.

Kerja-kerja ini menjadi bukti bahwa masih banyak anak-anak muda yang siap menjadi agen of cange dan menjadi solusi bagi Negri yang tengah menangis ini. Betapa tidak, mereka memberanikan dan mau mengorbankan waktu mereka untuk memikirkan nasip generasi bangsa ini, mereka selalu memikirkan bagaimana nantinya generasi yang akan menggantikan tongkat kepemimpinan yang sehat secara lahir dan sehat secara batin. Dengan diadakannya perhatian kepada para generasi muda dari pergaulan bebas, narkoba, dan tindak criminal lainnya tentunya akan semakin membuat sadar dan menjadi bahan renungan kita bersama akan hal tersebut.

Kegiatan ini mereka lakukan dari pukul 16.30 WITA yang diawalin dengan konsolidasi peserta dan do’a serta pengarahan yang dilakukan oleh Sekjen FSLDK, Aprianto. Peserta yang bias dikatakan tidak banyak mampu membanjiri Taman udayana oleh aura perubahan dan semangat oleh anak-anak LDK tersebut.

Mereka  tidak malu untuk melakukan ini, karena ini salah satu bentuk kerja-kerja perbaikan yang dapat mereka sumbangkan kepada orang lain. mereka memang tidak memiliki banyak uang untuk dapat mereka berikan, tapi mereka memiliki semangat dan kerja keras yang dapat mereka sumbangkan untuk orang-orang itu. Selama mereka masih bisa untuk berbuat baik maka selama itu pula mereka akan memberikan yang terbaik untuk orang-orang itu

Peserta yang terpusat di Taman Udayana ini diikuti oleh 9 orang anak muda yang berasal dari berbagai daerah di NTB. Mereka membagi kerja menjadi dua titik, titik timur dan barat. Menelusuri sepanjang jalan udayanan dari arah selatan ke utara jalan Udayana, setelah itu kembali lagi dengan ebrjalan kaki menuju tempat semula.

Dari kegiatan-kegiatan ini para pengguna Taman udayana ada yang merespon baik dan ada juga yang menolak pemberian stiker dan selebaran itu. Namun terlihat mereka tidak merasa kecewa dengan penolakan itu, mereka tetap bekerja menyebarkan ke tempat-tempat yang lain.

Diakhir acara mereka menutup acara di tempat emreka membuaka acara tadi dan meninggalkan tempat pembagian seiring adzan Magrib memanggil mereka untu menunaikan shalat Magrib.

Resensi Bab I – Jalan Cinta Para Pejuang

  • Resensi Bagan Buku
  • Judul Buku          : Jalan Cinta Para Pejuang
  • Penulis                 : Salim A. Fillah
  • Bagian satu         : Langkah Pertama – Dari dulu beginilah Cinta
  • Penerbit              : Pro-U Media

Pada bagian ini Penulis memaparkan bagaimana Cinta yang sebenarnya pada Jalan Cinta Para Pejuang dengan memaparkan beberapa kisah cinta yang salah. Penulis menceritakan Qais yang mencintai Laila yang pada akhirnya menjadi gila karena lamaran yang ditolak oleh Calon mertua dan Romeo yang terkapar karena cintanya tidak bias bersatu dengan Juliet karena permusuhan keluarga mereka.

Mengisahkan bagaimana Qais dan Romeo yang salah dalam menempatkan cinta dalam jiwanya sehingga menjadikannya rapuh dan pada kejutan  batin telah membuatnya menjadi terpecah-pecah menjadi kepingan-kepingan keputusasaan.

Beliau mengutip pernyataan M. Anis Matta (Presiden PKS) yang mengatakan “Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini, kita mencintai seseorang lalu kita menggantungkan kebahagiaan kita pada sebuah kehidupan bersamanya. Maka ketika ia menolak atau tidak berkesempatan bersama untuk hidup bersama kita itu menjadi sumber kesengsaraan.”

Penulis menggambarkan sebuah cinta itu sebagai kekuatan yang besar untuk membangun, bukan kekuatan yang digambarkan oleh Qais dan Romeo yang menghancurkan jiwa keduanya. Jiwa yang tunduk dan mengalah pada cinta akan sama-sama menjumpai kehancurannya, hanya mereka yang mampu menguasai cinta yang dapat menemukan kebahaiaannya dalam bercinta.

Dalam tulisannya juga mengambil hasil penelitian Robert J. Stemberg yang berjudul A Triangular Theory Of Love. Segitiga cinta Stemberg itu mengandung komponen-komponen sebagai ebrikut :

  1. Keintiman, keakraban, kenyamanan ketika bertemu
  2. Gairah, dorongan motivasi yang bersifat seksual
  3. Komitment, tekad yang tetap dan sinambung untuk hidup secara bersama

“Cinta yang ideal adalah apabila ketiga komponen itu berada pada proporsi yang sesuai pada suatu proporsi yang sama “ sambung Stemberg.

Jika ketiga komponen itu tidak ada maka disebut non-love

Cinta hanya dengan keintiman diberikan nama liking (kesukaan), Cinta hanya dengan gairah dinamakan Love at the firs sight – infatuation (ketergila-gilaan), Cinta hanya dengan komitment diberikan nama empty love (cinta kosong), Cinta tanpa komitment diberikan nama romantic love (cinta yang romantic), Cinta tanpa gairah diberikan nama compation –  are love (hubungan akrab), Cinta tanpa keintiman diberikan nama fatous love (cinta buta),

Yang menjadi kelemahan dalam teori segitiga Cinta Stambarg adalah tidak bias menjelaskan bagaimana hubungan cinta antara ibu kepada anaknya dan kepada para sahabat-sahabat serta sudara sanak keluarga kita.

Membangun komitmen, dalam jalan cinta para pejuang adalah jalan kesetiaan dan pengorbaanan. Komitment adalah ikrar kerelaan berkorban; member bukan meminta, berinisiatif tanpa menunggu, memahami dan bukan menuntut. Komitment adalah ikatan kesetiaan

ku harap Cinta ini dari_Mu

Image

Tidak Pernah ku berharap akan datangnya rasa cinta dalam diri

Karena begitu banyak orang yang terluka karenanya

Tidak pernah kuberharap rasa merindu itu hadir dalam jiwa

Karena begitu banya orang yang terhanyut ke dalamnya

(Ubaidah)

Mungkin puisi itu benar adanya, tidak ada yang akan rela hatinya tersayat-sayat oleh cinta dan jiwanya meraung kesakitan karena cinta. Namun kenapa ada sosok seperti Rasulullah yang bahagia dengan cinta ? kenapa ada Umar ra yang nyaman bersama istrinya ? dan kenapa pula ada banyak orang yang ingin merasakan cinta hadir ke dalam jiwanya ?

Rasanya ingin menambahkan lanjutan puisi yang melengkapi penggalannya, ya begini bunyinya

Memang tak berharap cinta itu datang

Namun cintalah yang sangat kuat mengajak menyambut kedatangannya

Gejolaknya yang kuat tak kuasa dibendung

Begitulah cinta

Saat datang syukuri dengan memuji_Nya

Maka cinta akan menjelma menjadi kebahagiaan

Merasakan alirannya yang menjalar kesekujur tubuh. Bukan untuk menghentikan alirannya, karena akan menyumbat peredarannya dan itulah yang akan menjadi penyakit. Namun aliran yang tidak terkendali malah akan menjerumuskan ke masalah yang lebih berbahaya yaitu kematian hati. Rasakan dan resapi aliran yang sudah ada dan atur alirannya sehingga tidak berbahaya.

Setiap orang akan melalui masa ini dan pasti akan mengalaminya, hanya cerita bagaimana dia datang dan cara menanggapinyalah yang membedakannya. Menyumbatnya, sehingga menjadi penyakit, meluapkannya sehingga menjadi kronis, atau mengaturnya sesuai aliran yang seharusnya.

Arus yang baik akan mengantarkan kapal pada tujuannya dengan baik pula. Menjaga kapal agar tetap pada posisi seimbang adalah usaha dan kesabaran yang kuat untuk mencapai tujuan yang seharusnya.

Dan ingin menuput pusi karangan Ubaidah dengan syair sebagai berikut

Ku berharap cinta yang kurasakan akan membawa kepada cinta_Mu

Dan kuberharap Cinta ini adalah Dari_Mu

Duhai Allah yang Maha Raja, kabulkanlah

Kekuatan Dakhsyat dari jiwa yang Lembut

Image

Satu lagi pelajaran yang begitu berharga dalam diri yang penuh kekurangan ini. Ya, bagaimana menjaga prifasi seseorang. Dunia tidak menjanjikan untuk keterjagaan itu, namun jiwa-jiwa yang bertanggungjawablah yang mampu memelihara dan menjaga perasaani itu.

 Perasaan yang lebut terkadang sering dan sangat rentan untuk tersakiti, untuk itu dibutuhkan rasa optimism yang mampu mengimbangi perasaan hati yang lembut itu agar mampu menjadi jiwa yang tegar.

 Jiwa itu bagaikaikan mata api yang melayang-layang, menjulang tinggi mencapai tempat tertinggi. Sehingga membutuhkan perangkat-perangkat yang mampu mengantarkan jiwa itu ke tempat yang seharusnya. Jikalau tidak mampu menyiapkan perangkat itu, maka jiwa itu akan terseok-seok mengangkat beban berat itu.

 Semoga jiwa-jiwa yang terzolimi mampu memunculkan karakter-karakter tangguh yang mampu menjawab tantangan zaman. Karena jiwa yang terzolimi akan sangat cepat mencapai titik tertingginya untuk dapat melakukan take oper dalam kehidupan dan harapannya. Semoga jiwa-jiwa itu menjadi tegar dan sabar dalam menjalani masa-masa sulit itu.

 Orang yang romantic biasanya memiliki jiwa yang lembut, dan sering sekali menjadi rapuh (Anis Matta). Namun jiwa yang lembut itu juga mampu menjadi kekuatan yang dakhsyat. Karnanya  jiwa yang lembut itu jangan sampai membuatnya sakit dan terlukai, karena kekuatan mahadakhsyat akan kita saksikan setelah itu.

Biarkan Waktu yG Mengujinya

Imagediawal kedatangannya membuat semua organ dalam tubuh bergetar. seakan diterpa badai yang sangat dakhsyat, namun raga masih bisa menikmatinya. bagaikan digoncang gempa bumi yang meluluhlantahkan bangunan, namun tetap saja bisa bertahan. kedatangannya memang tidak bisa diprediksi oleh semua jenis ahli Fisika maupun Matematika, termasuk badan Geometorologi juga tidak bisa.

membuat jiwa yang terkapar menjadi segar kembali, menghidupkan sel-sel syaraf yang dulunya sempat mati, mengembangkan kreatifitas yang sempat tidak pernah teruji, dan mengubah jalan menjadi lebih rata.

“biarlah waktu yang akan mengujinya” (Ustdz. Fitrah Saputra,S.Pd.)

ibarat menantikan senja yang mulai menampakkan pesona menjelang malam hari. begitulah harapanku agar dia kembali datang dengan sosok yang akan memberikan keindahan dalam senjanya.

Jangan Gengsi Menjadi Baik

Kebaikan akan mengantarkan kita kepada moment-moment positif yang saling tarik menarik dengan moment-moment positif lainnya. itulah hukum I Newton. maka solusinya adalah membiasakan diri  dalam lingkaran-lingkaran kebaikan itu agar dapat tetap menemukan moment-moment positif yang selama ini kita cari.

menjadi perhitungan dan butuh strategi untuk dapat membiasakan dalam pola hidup seperti itu. karena bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dalam kebiasan hidup seperti itu akan merasa canggung (gengsi). langkah awal adalah penentunya, jika kita sudah bisa memulainya maka langkah selanjutnya adalah istiqomah di dalamnya, maka akan muncullah yang namanya pembiasaan diri dalam suhu kebaikan itu.

jika perasaan gengsi masih ada, maka itu masalah pada diri kita yang harus segera diubah dan dimanage frekuensinya. karena kalau dibiarkan dalam frekuensi yang sama, maka akan merusak alunan nada yang selanjutnya. jadi munculkan frekuensi itu dari dalam diri kita dan jangan hiraukan orang pada saat kita memulainya, karena itu hanya akan merusak cita rasa dari dalam diri kita

kebaikan itu membutuhkan seni untuk menglolanya. Karnanya pelajari diri kita dan lingkungan sekitar kita. Setelah itu atur seni apa yang ingin kita karyakan di dalamnya. Jangan gengsi untuk menjadi baik, karena kebaikan itu akan membuat kita bergengsi

Inilah Aku, Meski tidak Sepenuhnya

Image

Inilah Aku, Meski tidak Sepenuhnya

Namaku adalah Zulkhaeri Ibnu Maliki, dilahirkan dari sepasang keluarga yang sederhana. Ayahku Bernama Maliki, berasal dari Kabupaten Lombok Timur-NTB sementara Ibumu bernama Mustiah berasal dari Lombok Barat-NTB. sehingga lahirlah saya (zulMM) anak kedua dari 4 bersaudara.

Kakak tertuaku bernama Malik Hidayat, sekarang sudah Sarjana jurusan MIPA UM. adik pertamaku bernama Wardah sedang menjalankan Sekolahnya di MAN 2 Mataram, sedangkan adik paling kecilku bernama Maskatur Rahmi, sedang menjalani sekolahnya di SMPN 8 Mataram.

aku dilahirkan pada tanggal 15 Oktober 1991 di sebuah dusun kecil di kampungku, bernama Dusun Belencong. tepatnya di Lombok Barat NTB.

Sekarang sedang menjalani Kuliah di FKIP-UM NTB Jurusan Pendidikan Matematika Semester 5 dan akan segera memasuki Semester 6. target lulus tahun 2014 (akan diusahakan 8 Semester).

Hobbiku adalah mengajar (ya sesuai dengan propesiku nanti) dan juga Berbisnis mencari karunia_Nya yang begitu luas dihamparkan di permukaan bumi. kata guru ngajiku “kapan nikah ?” saya jawab “2015” hehehe…… “ane catat ni…” resfonnya…. Amin…

Saya memiliki beberapa teman yang menginspirasi hidupku. ada yang super semangat, ada yang tekun, teliti, ada yang propesional, ada yang tegas, dermawan, peduli, bahkan ada yang gombal, dan lebay…. namun mereka semua adalah sahabatku ayng mampu memberikan inspirasi dalam hidupku….

aktifitas saat ini masih berputas di Kampus, sekretariat, rumah, dan mengaji. meski sedkit namun sudah mampu menguras waktu, energi dan pikiranku dalam keseharian, dan terkadang istirahat jika lago boring…. dan biasanya dilakukan di rumah (me-Refresh) kembali).

Motto hidupku adalah “terus melangkah karena HARAPAN itu MASIH ADA”. artinya setiap kita harus memberikan karya terbaik kita yang bisa kita persembahkan untuk Negri dan Agama ini.

Okey kawan, mungkin itu gambaran singkat hidupku, namun masih banyak lagi yang harus dipaparkan jika ingin mengetahui tentang diriku, karnanya dengan membaca tulisan-tulisan saya maka anda akan dapat mengetahui lebih jauh tentang diri saya… “selamat membaca kawan …”