Resensi Bab I – Jalan Cinta Para Pejuang

  • Resensi Bagan Buku
  • Judul Buku          : Jalan Cinta Para Pejuang
  • Penulis                 : Salim A. Fillah
  • Bagian satu         : Langkah Pertama – Dari dulu beginilah Cinta
  • Penerbit              : Pro-U Media

Pada bagian ini Penulis memaparkan bagaimana Cinta yang sebenarnya pada Jalan Cinta Para Pejuang dengan memaparkan beberapa kisah cinta yang salah. Penulis menceritakan Qais yang mencintai Laila yang pada akhirnya menjadi gila karena lamaran yang ditolak oleh Calon mertua dan Romeo yang terkapar karena cintanya tidak bias bersatu dengan Juliet karena permusuhan keluarga mereka.

Mengisahkan bagaimana Qais dan Romeo yang salah dalam menempatkan cinta dalam jiwanya sehingga menjadikannya rapuh dan pada kejutan  batin telah membuatnya menjadi terpecah-pecah menjadi kepingan-kepingan keputusasaan.

Beliau mengutip pernyataan M. Anis Matta (Presiden PKS) yang mengatakan “Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini, kita mencintai seseorang lalu kita menggantungkan kebahagiaan kita pada sebuah kehidupan bersamanya. Maka ketika ia menolak atau tidak berkesempatan bersama untuk hidup bersama kita itu menjadi sumber kesengsaraan.”

Penulis menggambarkan sebuah cinta itu sebagai kekuatan yang besar untuk membangun, bukan kekuatan yang digambarkan oleh Qais dan Romeo yang menghancurkan jiwa keduanya. Jiwa yang tunduk dan mengalah pada cinta akan sama-sama menjumpai kehancurannya, hanya mereka yang mampu menguasai cinta yang dapat menemukan kebahaiaannya dalam bercinta.

Dalam tulisannya juga mengambil hasil penelitian Robert J. Stemberg yang berjudul A Triangular Theory Of Love. Segitiga cinta Stemberg itu mengandung komponen-komponen sebagai ebrikut :

  1. Keintiman, keakraban, kenyamanan ketika bertemu
  2. Gairah, dorongan motivasi yang bersifat seksual
  3. Komitment, tekad yang tetap dan sinambung untuk hidup secara bersama

“Cinta yang ideal adalah apabila ketiga komponen itu berada pada proporsi yang sesuai pada suatu proporsi yang sama “ sambung Stemberg.

Jika ketiga komponen itu tidak ada maka disebut non-love

Cinta hanya dengan keintiman diberikan nama liking (kesukaan), Cinta hanya dengan gairah dinamakan Love at the firs sight – infatuation (ketergila-gilaan), Cinta hanya dengan komitment diberikan nama empty love (cinta kosong), Cinta tanpa komitment diberikan nama romantic love (cinta yang romantic), Cinta tanpa gairah diberikan nama compation –  are love (hubungan akrab), Cinta tanpa keintiman diberikan nama fatous love (cinta buta),

Yang menjadi kelemahan dalam teori segitiga Cinta Stambarg adalah tidak bias menjelaskan bagaimana hubungan cinta antara ibu kepada anaknya dan kepada para sahabat-sahabat serta sudara sanak keluarga kita.

Membangun komitmen, dalam jalan cinta para pejuang adalah jalan kesetiaan dan pengorbaanan. Komitment adalah ikrar kerelaan berkorban; member bukan meminta, berinisiatif tanpa menunggu, memahami dan bukan menuntut. Komitment adalah ikatan kesetiaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s