ADK & AD Palestina

Image

 

Palestina adalah negri para syuhada, negrinya para Nabi. Kiblat pertama Umat Muslim tempat isro’ mi’rajnya Rasulullah SAW. Negri yang diberkahi sekelilingnya, tanahnya subur dan menjadi tempat bersejarah umat Muslim. Tempat yang disucikan oleh Allah, menajdikan berlipat pahala jika shalat di Masjid Al-Aqshanya.

Negri itu sekarang sedang dilanda gundah oleh orang-orang yang tidak beradab, sedang terancam oleh orang-orang yang moyangnya dikutuk menajdi kere hina, sedang menderita oleh orang-orang yang pengecut dan ‘banci’, sedang menangis oleh orang-orang yang sombong, sedang merintih kesakitan karena orang-orang yang tak bertanggungjawab. Namun ketahuilah bahwasanya itu adalah tanta-tanda dari akhir zaman, tanda kehancuran bagi kaum Zionis yang dilaknat Allah SWT.

Sabtu, 8 juni pukul 09.00 di Masjid Kampus diadakanlah sebuah kajian menyambut Isra’ Mi’raj yang mendatangkan salah seorang Pejuang Hamas Palestina. Membuat semakin jelas dan nyata apa yang pernah kit abaca, lihat, dan kita dengarkan selama ini. Wajah pejuang Hamas yang kekar namun memancarkan cahaya kehidupan menceritakan tentang Negri yang terjajah, yaitu Negri kaum Muslimin Palestina.

Dimulai dengan Rencana pembangunan Yahudi di pemukiman Gaza dan tepi Barat. “Bangsa Yahudi sedang mengadakan sebuah proyek besar untuk membuat Israel Raya dengan mencaplok sedikit-demi sedikit tanah palestina,” kemudian dilanjutkan dengan betapa sulitnya Rakya palestina membangun rumah di atas tanahnya sendiri. “kalau kami ingin membangun rumah di atas tanah kami sendiri maka kami harus membuat izin pembangunan yang prosesnya sangat lam, bisa sampai 4 tahun. Kalupun diizinkan misalnya maka kami harus membayar dengan sangat mahal untuk perizinan itu.”

Sungguh Gila peraturan itu, namun belum ada apa-apanya jika kita mendengarkan penuturan saudara kita yang pernah dipenjara pada usia 16 tahun ini, beliau melanjutkan “kesulitan-kesulitan yang lainnya adalah saat kami harus menggunakan jasa-jasa dari pemerintah, seperti jasa air, telpon, listrik dan yang lainnya. Kami harus membayar per bulannya $ 500 AS (setara dengan Rp.5.000.000) dan itu wajib kami bayar meskipun misalnya rumah kami tinggalkan selama sebulan lebih sehingga tidak menggunakan sama sekali jasa tersebut, mereka akan mengatakan ‘kalian telah membuat kami rugi dengan tidak memanfaatkan jasa kami, maka kalian akan tetap menbayarnya sebagai denda’. Belum lagi jatah air yang kami gunakan hanyalah 30 literan saja per harinya sementara kebutuhan akan air sangatlah kami butuhkan, maka jika kami menggunakan lebih dari batas yang telah ditentukan maka kami akan didenda dan membayarnya lagi atas kelebihan yang kami gunakan.

Benar-benar ide gila yang jika didengarkan oleh siapa saja akan meresa geram dan pasti akan membela warga palestina yang sekarang sudah emmbuktikan wujudnya ke permukaan dari berbagai kalangan non-muslim. Kemudian Pejuang Hamas melanjutkan “ada kisah seorang Ibu bernama Umu Qamil. Ibu yang hidup bersama suaminya dengan damai, namunharus tabah menghadapi petugas Israel yang mengatakan bahwa setengah dari tanahnya itu adalah hak dari bangsa yahudi dan akhirnya ahrus berdampingan dengan orang yang palng bejat dari orang Yahudi. Selama hidup bertetangga orang yahudi ini selalu membuat gara-gara untuk memicu pertikaian agar Ummu Qamil dan keluarganya tidak betah di sana. Ii dilakukan agar ummu Qamil mau meninggalkan rumahnya karena tidak betah lagi. Pernah tetangganya dari Yahudi ini melempari dengan kotoran BABnya di depan halaman, membuat gaduh, dan aktivitas yang sangat tidak wajar. Namun selama itu Ummu Qamil dan keluarganya tidak berniat sama sekali untuk meninggalkan tanah tempat rumahnya itu berdiri karena kecintaannya terhadap Tanah airnya. Ternyata kesabaran Ummu Qamil membuat jengkel petugas yang harus mendatangkan kementrian pertamanan Israel untuk membujuk Ummu Qamil agar mau menandatangani surat penjualan rumah dengan harga berapapun dengan alas an bahwa daerah itu akan dijadikan sebagai temapt wisata. Namun Ummu Qamil dan keluarga tetap menolak membuat tenda di depan rumahnya yang disita. Dan ketahuilah inilah yang mendatangkan perhatian dunia dari kalangan aktivis HAM yang membela perjuangan Ummu Qamil dan ikut membuat tenda di depan tendanya.”

Setelah itu Sang pejuang yang ingin berbagi itu menuturkan “Propaganda media sangatlah gencar dilakukan oleh Bangsa yahudi terhadap kami, mereka mengburkan yang benar menjadi salah dan yang salah seolah-olah benar, membuat kesan bahwa masjid Al-Aqsha tidak suci lagi dengan menjadikannya ttmpat wisata. Ada lagi selain propaganda dan ketidak adilan mereka kepada kami. Mereka membuat peraturan yang sangat menguntungkan mereka dan merugikan bagi kami. Ketika mereka melakukan pelanggaran di daerah Palestina maka mereka akan dipenjarakan tidak lebih dari sehari, sementara jika kami yang melakukan pelanggaran maka bertahun-tahun kami di kurungan penjara. Ada juga ponisponis yang sangat tidak wajar. Ada hukuman penjara yang sampai 1000 tahun bahkan 10.000 tahun. Maka jika tahanan meninggal dunia jasatnya tidak boleh dibawa oleh keluarganya sampai batas waktu penjara habis.”

Dan setelah itu beliau melanjutkan ke semangat kaum muda para Pejuang Palestina. Dimuali dari semangat pemudanya menuntut ilmu “Ada kisah seorang akhwat yang bersemangat menuntut ilmu, namun temapt kuliahnya harus melewati tembok setinggi 9 km dan 20 km ke bawah serta 5 meter ketebalannya. Jika harus melewati gerbang maka akhwat kami ini harus melewati beberapa pemeriksaan dan itu sangat mustahil bisa lolos. Dan terpaksalah dia harus memutari jarak yang jauh dan memutas agar bisa ke tempat sekolahnya dan itu dilakukannya setiap hari. Ternyata aktivitasnya itu diketuhi oleh penjaga Israel dan memantau pergerakannya selama ini. Ternyata seteah beberapa kali melihat akhwat kami itu, penjaga itu sengaja melepaskan tempakan yang mengenai kakinya dan membuatnya pingsan dan harus dibawa ke rumahsakit oleh mobil ambulance kami. Dan saya melihat aktivitas di kampus ini membuat saya menghayal sendainya kami bisa menuntut ilmu semudah kalian, maka pasti banyak ilmu yang ingin kami pelajari. Deretan pohon yang sejuk tertata rapi membuat khayalan indah di Negri kami. Sungguh kami berharap kalian bisa lebih baik dari kami.”

Setelah menyemangati kami, sang Pejuang hamas kembali bercerita tentang semangat para pemudanya “Saat pertempuran 8 ahri terakhir kemarin itu kami namakan sebagai PERANG BATU NERAKA MELAWAN IRONDAM. Perang yang menembus jantung ibu kota Tel Aviv Israel dan harus memaksa Perdana Mentri Israel untuk genjatan senjata. Yang memaksa para tentara Israel ketakutan dan kehilangan nyali sebagai tentara. Yang harus mengakui kekuatan Bangsa Palestina dan mengakui kelemahan system pertahanan Irondam oleh ‘batu-batu dari neraka’ yang dikirimkan oleh Allah dalam bentuk teknologi canggih. Dan semua itu dilakukan oleh anak-anak muda seperti usia-usia kalian saat ini.”

Ya, itulah yang diceritakan oleh Pejuang Hamas dan menginfirasi kami pada saat itu. Kisah-kisah nyata yang membuat malu kami para Aktivis Dakwah karena sangat jauh sekali perbedaan perjuangan kami dengan mereka. Membuat hormone endorphin kami menjadi naik dan memaksa raga ini untuk lebih giat lagi rasanya mengerjakan amanah dakwah di kampus. Kalu hanya membuat proposal sangatlah jauh jika hars beradu argument dengan orang keras kepala seperti orang-orang Zionis. Jika hanya menagntarkan surat sangatlah jauh jika harus mengendap-ngendap dari penjagaan penjaga. Jika hanya syuro’ tidaklah sama dengan mengatur siasat perang di dentuman rudal dan letusan peluru. Jika hanya menghadiri agenda dakwah tidaklah sebanding dengan ketepatan dan kesiagaan para pemuda yang melakukan serangan kepada kaum Zionis. Jika hanya menaati qiyadah tidaklah sebanding dengan kesiapan jihad para pemuda Palestina. Jika hanya harus belajar maka tidaklah setara dengan usaha akhwat Palestina yang memiliki harapan tinggi akan perubahan Negrinya…. Ya, ikhwah, Harapan itu Masih ada, tetaplah berharap kepada Sang Pemenuh harapan dan buktikan dalam Kerja-kerja Ikhlas agar menajdi Harmoni kehidupan yang indah penuh Cinta.

Advertisements

Yakinlah …. Harapan itu Masih Ada !!!!

Iman bagi seorang muslim adalah kekuatan utama yang harus dijaga. Iman adalah kosakata yang membangun karakter dan jiwa seorang muslim. dengan iman segala ketentunaan duniawi dan perhitungan akal manusia tidaklah ada apa-apanya. boleh seisi dunia menginginkan kegagalan pada diri kita, namun jika Allah yang mengatakan TIDAK, kamu akan sukses…. maka siapakah yang dapat melawan itu…? tidak, sekali-sekali tidak ada yg akan mampu mengubah ketentuan Sang Maha Perkasa….

“Hai orang-orang yang beriman! Yakinlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya, dan kepada Kitab-Kitab yang diturunkan-Nya terdahulu. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, Malaikat-Malaikat- Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan Hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat jalan sejauh-jauhnya” (QS. 4 : 36)

 Bekerja tanpa iman maka hanya akan menyia-nyiakan energy yang terkuras, bekerja tanpa iman hanya akan mengantarkan seseorang hanya sampai pindu dunia saja, dan bekerja tanpa iman hanya akan membuang-buang waktu belaka.

Marilah kita merenungi QS.An Nisa Ayat 124

Barangsiapa yg mengerjakan amal-amal shaleh baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yg beriman maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.”

Inilah ayat yang menggerakkan para sahabat rasulullah saw untuk siap siaga menunggu panggilan Jihad, siap mempersembahkan jiwanya untuk ditukarkan dengan syurga. Inilah ayat yang menggerakkan para sahabat yang siap menyumbangkan sebagian harta bahkan ada yang menyumbangkan setengah dan ada pula yang semua hartanya, dan ketika ditanya mana yang engkau sisakan untuk keluargamu, mereka menjawab “Allah dan rasun_Nya”. Inilah ayat yang menggerakkan para sahabat untuk senantiasa mendahulukan saudaranya dalam kepentingan dunia, yang sebenarnya mereka juga sangat membutuhkannya.

Subhanallah, begitulah jiwa-jiwa itu ditempa dengan kekuatan iman. Mereka sangat yakin ketika menjual jiwa yang hanya satu-satunya akan ayat yang menyatakan balasan bagi para syuhada. Mereka yakin ketika menginfakkan harta benda mereka bahwa Allah akan membalasnya sepuluh kali lipat bahkan menjapai 700 kali lipat dari yang diberikan. Dan terbukti tidak ada sahabat yang miskin dan kehabisan harta apalagi kekurangan  ketika menginfakkan harta mereka. Kita mengenal Abdurrahman bin Auf yang emnginfakkan 700 rombongan barang dagangannya untuk kaum muslimin, kita juga mengenal Umar bin Khattab yang menginfakkan setengah hartanya untuk berjihan yang kemudian pada waktu itu juga Abu Bakar menginfakkan semua hartanya. Tapi pernahkah mereka kekurangan harta, tidak Allah senantiasa mencukupkan kehidupan dunia mereka bahkan mereka sangat nyaman dengan ekhidupan mereka.

Selain balasan akhirat, iman juga akan menjamin kehidupan dunia kita. Tidak pernah terbayangkan oleh tokoh manapun, dengan teori apapun, dan cara berfikir manusia manapun sebelum lahirnya generasi Tangguh ini, bahwa Perang Badar akan dimenangkan oleh kaum Muslimin, bahwa perang Ahzab akan dimenangkan pula oleh kaum muslimin. Secara matematika jelas kaum muslimin kalah jumlah, secara teori perang jelas kaum muslimin tidak ahli dan perlengkapan senjata lebih minim, secara akal manusia jelas tidak mampu. Namun secara iman, peperangan itu dimenangkan oleh kaum muslimin. Subhanallah, mari kita merengungi perkataan Allah yang terlantun indah dalam QS.Al Anfal ayat 65

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti”

Tanpa iman maka mustahil mereka akan menang, namun dengan iman akan memunculkan pertolongan dari Yang Maha Perkasa dan itu menajdi kekuatan yang menguatkan jiwa dan mental perang mereka, membangkitkan gelora yang berkecambuk dalam setiap para sahabat.

Yakinlah ketika jumlah ktia sedikit, berarti kualitas yang ada pada setiap diri itu jauh lebih baik dari jumlah yang menumpuk-numpuk. Jumlah bukan menjadi ukuran kemenangan, namun hanya sebagai ukuran kuantitas. Kuantitas tidaklah menajmin kemenangan, karena seringkali yang banyak itu dikalahkan oelh yang sedikit. Namun yang menajdi ukuran kemenangan adalah seberapa yakin kita untuk bisa menang, seberapa yakin kita akan kekuatan yang kita miliki, dan seberapa yakin kita kepada Sang Maha Pemberi Kemenangan.

“Hai Orang-orang yang beriman. Jika kamu menolong Agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)

Konsep iman ini bisa kita bawa ke dalam kehidupan sehari-hari kita. Yakinlah sama Allah, yakinlah dengan janji-janji_Nya karena Dia Maha menepati Janji. Maka akan kita temukan kekuatan dan keajaiban yang jauh dari perhitungan akal manusia. Allah yang maha Perkasa mampu mengubah malam menajdi siang, mengubah siang menjadi malam , dan emnghidupkan yang mati sertta mematikan yang hidup. Jika semua itu mampu dilakukan_Nya maka alangkah mudahnya bagi Allah untuk mengubah kemungkinan-kemungkinan terbatas yang dipikirkan oleh akal manusia, betapa mudahnya Allah mengubah nasib yang telah diponis untuk tidak bisa menjadi apa-apa diubah_Nya menjadi manusia super sukses, betapa mudahnya Allah memberikan kekayaan, memebrikan rumah, memberikan pasangan, bahkan jika Allah ingin memebrikan dunia ini kepada kita maka tidak aka nada yang mampu menolaknya.

Maka dengan alasan apalagi kita akan meragukan kekuasaan Allah, sungguh merugilah kita jika meragukan itu semua. Maka berharaplah hanya kepada Allah dengan keyakinan yang sepenuh hati dan jiwa, maka Allah akan menurunkan keajaiban dan pertolongannya. Insya Allah.

Allah bahkan memanggil-manggil kita dan menunggu-nunggu kedatangan kita untuk meminta kepada_Nya. “Berdo’alah kepadaku, niscaya akan Ku kabulkan,…”. Diwaktu-waktu shalat fardu, shlat sunnah duha, dan tahajud Allah senantiasa mendatangi hamba_Nya agar mereka menimta kepada_Nya. Maka sungguh merugilah kita jika kita lalai akan hal itu. Presiden belum tentu mendengarkan permintaan kita, gubernur, Bupati apalagi, mereka hanyalah manusia terbatas yang tidak bisa mengabulkan setiap permintaan rakyatnya, mereka manusia terbatas yang tidak bisa mendengarkan semua keluhan rakyatnya.

Memang keyakinan tidak dapat dimiliki oleh jiwa-jiwa yang lalai, tidak dapat dimiliki oleh hati-hati yang keruh, dan pikiran yang kotor. Iman adalah mata air kehidupan yang jernihnya sebening embun yang berkilauan terkena cahaya pagi yang menghangatkan. Mereka yang memiliki keyakinan adalah mereka yang bertahan terhadap ujian dan cobaan serta badai yang menimpa perjalannya. Karena mereka bisa bertahan kaerna yakin bahwa ini hanyalah sementara, ada Allah yang akan menjaga mereka, mereka yakin badai pasti berlalu, dan mereka yakin bahwa pertolongan Allah akan segera datang.

“… dengan kitab itu pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, …” (QS. Al Baqarah : 257)

 “orang-orang yang dibukakan Allah hatinya (untuk) berserah diri lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya”  (QS. Az Zumar : 22)

 Iman bukanlah paksaan, namun bagaimana akal ini memilih konsekuensi dalam setiap langkah dan perbuatan kita. Iman adalah pilihan bagi mereka yang menyadari pentingnya memiliki dan merasakannya dalam hati-hati yang merindukannya. Karena iman sangatlah dekat dengan cinta, cinta adalah harmoni kehidupan yang indah. Dan cinta akan melahirkan kebahagiaan.